PENDAHULUAN
4 dari 5 pasien mempunyai nyeri kronis -> 1/3 melaporkan nyeri yang berat dan kronis yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup yang sangat besar. Dari 68 pasien dengan nyeri akut, 76 % dilaporkan merasa nyeri yang parah saat keluar rumah sakit. Dari 100 orang dengan trauma medula spinalis baru, 91 % tercatat nyeri pada 2 minggu setelah trauma, 64 % setelah 6 bulan (21% dengan nyeri yang parah)
Nyeri adalah suatu sensasi sensorik yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang berkaitan dengan kerusakan atau jaringan yang mempunyai potensi rusak ataupun didiskripsikan ciri-ciri kerusakannya.
Patofisiologi nyeri, dalam rangkaian proses elektrofisiologik terdiri dari 4 proses yaitu:
1. Proses transduksi
Proses dimana rangsang nyeri diubah menjadi aktifitas listrik
2. Proses trasnmisi
Sebagai perambatan rangsang melalui saraf sensorik menyusul proses transduksi
3. Proses modulasi
Proses dimana terjadi interaksi antara sistem analgesik endogen dengan asupan nyeri yang masuk ke cornu posterior
4. Persepsi
Hasil akhir dari proses interaksi yang kompleks dan unik yang dimulai dari proses transduksi, transmisi, dan modulasi yang menghasilkan perasaan subyektif yang dikenal sebagai persepsi nyeri
Klasifikasi nyeri berdasarkan etiologi yaitu :
1. Nyeri fisiologik
Timbul karena adanya impuls nokslus yang ringan dan singkat, nyeri mudah hilang dengan analgetik ringan / tanpa pengobatan
2. Nyeri inflamasi
Nyeri hilang bila proses inflamasi penyebab nyeri sembuh
3. Nyeri neuropatik
Berlangsung lama walaupun lesu sudah sembuh
4. Nyeri psikogenik
Ditegakkan bila dalam berbagai pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan somatik yang obyektif sebagai penyebab nyeri
Klasifikasi nyeri berdasarkan waktu yaitu :
1. Nyeri akut
Respon fisiologik normal yang diramalkan terhadap rangsang kimiawi, panas, atau mekanik menyusul suatu pembedahan, trauma, dan penyakit akut
2. Nyeri kronik
Nyeri menetap melampaui waktu penyembuhan normal yakni 3 bulan. Ada 3 bentuk :
- Nyeri timbul setelah penyembuhan usai, misal : post herpetik neuralgia, nyeri neuropatik
- Nyeri tanpa penyebab yang jelas, misal : nyeri punggung bawah (low back pain), sakit kepala
- Nyeri yang didasari proses kroni, misal : OsteoArtritis
Klasifikasi nyeri berdasarkan intensitas :
Diukur dengan visual analog scale (VAS), dimana angka 0 berarti tidak nyeri dan angka 10 berarti intensitas nyeri paling berat. Berdasar VAS, nyeri dibagi menjadi :
- Nyeri ringan ( VAS ≤ 4 )
- Nyeri sedang ( VAS > 4-7 )
- Nyeri beras ( VAS ≥ 10 )
“ Rata-rata intensitas nyeri pasca TMS berdasarkan (VAS) adalah 9.4 “
TIPE NYERI PUNGGUNG karena TRAUMA MEDULA SPINALIS (syaraf tulang belakang)
Dibagi dalam 3 tipe, yaitu :
- Nyeri Neuropatik
- Pada level setingkat lesi (cidera)
- Pada level dibawah lesi
- Nyeri muskuleskeletal
- Nyeri viseral
Penjelasan :
- Nyeri Neuropatik
Disebabkan kerusakan atau disfungsi sistem syarat, termasuk medula spinalis (syaraf tulang belakang). Nyeri biasanya dideskripsikan sebagai nyeri menusuk, seperti terbakar atau tersetrum. Nyeri terjadi spontan, sensitif pada sentuhan ringan dan merupakan nyeri yang paling parah. Nyeri neuropatik ini terjadi pada 50 % penderita trauma medula spinalis.
- Nyeri Muskuloskeletal
Nyeri ini terjadi pada berbagai bagian tubuh seperti tulang, sendi, dan otot. Nyeri ini bersifat semakin berat ketika terjadi pergerakan dan berkurang kerika istirahat, seperti nyeri tumpul. Secondary overuse (pressure syndromes) adalah penyebab tersering nyeri muskuloskeletal.
- Nyeri Visceral
Terdapat selang waktu terjadinya nyeri dengan trauma medula spinalis. Nyeri ini terjadi pada area perut baik diatas atau dibawah lesi (kelemahan/terjadinya trauma) dan dirasakan konstan
REHABILITASI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG
- Mencegah gerakan spinal yang tidak stabil yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut
- Menurunkan tingkat nyeri dengan pengobatan
- Meningkatkan kekuatan, fleskibilitas, dan kapasitas mengangkat
- Meminimalkan terjadinya kecacatan (disabilitas) terkait syaraf tulang belakang
- Meningkatkan kemampuan aktifitas dasar kehidupan
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kontak konsultasi kami
